Sambutan Dekan

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
dekan_fti

Marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah swt yang senantiasa melimpahkan berbagai karunia kepada kita semua.

Fakultas Teknologi Industri berdiri bersamaan dengan berubahnya IKIP Muhammadiyah Yogyakarta menjadi Universitas Ahmad Dahlan, yaitu pada tahun 1994. Fakultas Teknologi Industri Universitas Ahmad Dahlan (FTI-UAD) terdiri dari 4 (empat) Program Studi, yaitu Teknik Informatika, Teknik Industri, Teknik Kimia, dan Teknik Elektro.

Visi FTI-UAD adalah “menjadi fakultas unggulan yang diakui secara internasional dalam bidang teknologi berbasis nilai-nilai Islam dan menghasilkan lulusan yang berjiwa entrepreneurship”. Keunggulan dalam penguasaan dan pengembangan tersebut dilandasi nilai-nilai Islam sebagai upaya untuk membangkitkan dan mempertahankan semangat juang dan etos keilmuan KH Ahmad Dahlan. Visi tersebut mengandung makna bahwa FTI-UAD bertekad untuk menjadi fakultas yang unggul tidak hanya dalam penguasaan teknologi, melainkan juga unggul dalam mencetak lulusan yang berjiwa entrepreneurship. Lulusan yang tidak hanya mampu berkompetisi dalam pasar dunia kerja nasional dan internasional, tetapi juga memiliki mindset untuk berwirausaha mandiri, menjadi seorang technopreneur. Technopreneur dalam mengembangkan produk, tak hanya memandang dari satu sisi fungsi, tetapi menjadi sesuatu hal yang memiliki nilai jual dengan teknologi yang baik. Visi ini sejalan dengan upaya untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju, yang membutuhkan paling tidak 4 persen dari seluruh masyarakat bergerak di bidang wirausaha. Data pada tahun 2012 Indonesia baru memiliki sekitar 1,56 persen wirausaha.

Persentase jumlah lulusan sarjana teknik di Indonesia hingga 2012 masih rendah, yakni hanya 11 persen dari total jumlah lulusan perguruan tinggi tiap tahunnya. Jumlah tersebut ditargetkan naik menjadi 15 persen pada 2015 (Kemendikbud, 2012). Di negara maju jumlahnya sudah 20 persen, sehingga jumlah sarjana teknik perlu ditingkatkan untuk mendukung pembangunan nasional, khususnya dalam
pengembangan teknologi. Indonesia membutuhkan sekitar 200 ribu sarjana teknik hingga 2015 untuk mendukung pelaksanaan Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Data Persatuan Insinyur Indonesia (PII, 2011) menunjukkan adanya kemungkinan kekurangan insinyur di Indonesia pada tahun 2015-2025 hingga 15.000 orang per tahun.

Pendidikan di Indonesia hanya mampu menghasilkan sekitar 42 ribu orang sarjana teknik setiap tahunnya. Padahal Indonesia membutuhkan 175 ribu sarjana teknik per tahun. Sebagai perbandingan, China menghasilkan 764 ribu sarjana teknik per tahun dan India menghasilkan 498 ribu sarjana teknik setiap tahunnya.

Melihat peluang tersebut, kepada adik-adik yang saat ini tengah duduk di bangku sekolah menengah, bergabunglah bersama kami, Fakultas Teknologi Industri – Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta. Mari raih sukses masa depan kalian dengan disiplin diri dan komitmen yang tinggi.

Semoga Allah swt senantiasa meridhoi langkah-langkah kita.

Wabillahit taufiq wal hidayah

Wassalamu’alikum Warhmatullahi Wabarakatuh.

Dekan FTI UAD

Kartika Firdausy, S.T., M.T.

 

Tidak ada komentar.

Tinggalkan Komentar

Kamu harus login untuk memberikan komentar.