| Oleh | 27 Mar 2017 | 0 komentar

(FTI Press) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) adalah salah satu Universitas yang mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa yang diselenggarakan oleh Ristekdikti. UAD berhasil meloloskan 16 kelompok untuk didanai. Salah satu kelompok tersebut adalah tim ELANG (Easy Leaf Analyses Nitrogen) kategori PKM Karsa Cipta. Tim ELANG beranggotakan 3 Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro yang diketua oleh Bintang Akbar Pratama, Bimo Gusti Pangestu, dan Cahya Utama Purwa Negara. Latar belakang dari diusulkanya PKM ini adalah fakta permasalah di lapangan yang sering dihadapi oleh petani padi. Selama ini, petani padi sering mengeluh salah satunya karena perhitungan penggunaan dosis pupuk nitogen (misalnya: pupuk urea dan NPK) tidak diaplikasikan secara pas, jika pemupukan nitogen terlalu banyak akan menjadikan batang tanaman tidak kokoh dan tanah sawah mengeras. Di sisi lain, jika kekurang nitrogen, maka pertumbuhan vegetatif (batang, daun, dan akar) tanaman padi akan menjadi lambat. Kekurangan pemupukan maupun defisit unsur nitrogen dalam budidaya tanaman padi dapat menyebabkan defisiensi nutrisi nitrogen. Defisiensi nitrogen ini secara fenotipe dapat diamati melalui respon tanaman padi yang tampak pada warna daunnya.

Adhita Sri Prabakusuma S.P., M.Sc.

ELANG merupakan alat yang didesain untuk mengetahui defisiensi nutrisi nitrogen pada daun tanaman padi berbasis image processing dari gradasi warna daun padi saat fase vegetatif. Database gradasi warna daun padi tersebut bersumber dari Bagan Warna Daun (BWD) yang dikeluarkan oleh Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Kementerian Pertanian RI. BWD adalah alat berbentuk persegi empat yang berguna untuk mengetahui kadar hara N tanaman padi. Pada alat ini terdapat empat kotak skala warna, mulai dari hijau muda hingga hijau tua, yang menggambarkan tingkat kehijauan daun tanaman padi. Sebagai contoh, jika daun tanaman berwarna hijau muda hingga kekuningan berarti tanaman kekurangan hara N sehingga, perlu dipupuk. Sebaliknya, jika daun tanaman berwarna hijau tua atau tingkat kehijauan daun sama dengan warna di kotak skala 4 pada BWD berarti tanaman sudah mempunyai ketercukupan hara N yang baik sehingga, tidak perlu lagi dipupuk. Hasil penelitian menunjukkan, pemakaian BWD dalam kegiatan pemupukan N dapat menghemat penggunaan pupuk urea sebanyak 15-20% dari takaran yang umum digunakan petani tanpa menurunkan hasil.

Tim ELANG Universitas Ahmad Dahlan

Perangkat ELANG menyempurnakan aplikasi BWD tersebut dengan memadukannya menggunakan kecanggihan teknologi digital. ELANG ini dibekali dengan perangkat lunak digital image processing yang mampu membaca RGB dan HSV gradasi warna daun yang bersumber dari database BWD dengan tepat serta Decision Support System (DSS) yang mampu memberikan panduan teknis tentang dosis dan waktu pemupukan nitrogen yang efektif dan akurat. Perangkat lunak ELANG tersebut diprogram dengan menggunakan metode Open-CV dan ditampilkan dengan user intercafe yang mudah digunakan oleh petani. Perangkat keras ELANG dibekali dengan LCD touch screen, webcam Logitech C525 8 megapiksel berresolusi 1280×720 piksel HD, didukung dengan mini komputer (Odroid C2) dengan spesifikasi CPU Amlogic S905 SoC; 4 x ARM Cortex-A53 1.5GHz; 64bit ARMv8 Architecture @28nm dan memiliki kecepatan RAM 2GB 32bit DDR3 912MHz.

Dalam penelitiannya, Tim ELANG dibimbing oleh bapak Adhita Sri Prabakusuma S.P., M.Sc. (Dosen Teknologi Pangan UAD). Tim ELANG pada saat ini tengah berkonsentrasi dalam pembuatan rekayasa alat dan pengembangan perangkat lunaknya. Golden goal tim ELANG tahun 2017 ini adalah dapat menembus PIMNAS XXX di Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar.

[bim]. editing (ns)

Komentar Ditutup.

Tinggalkan Komentar

Kamu harus login untuk memberikan komentar.