• Sitemap
  • Telp. 0274.563515 ext 4211
| Oleh | 04 Agu 2017 | 0 komentar

(FTI Press) Aktif dalam kegiatan organisasi bukan menjadi rintangan untuk Ilham Mufandi, S.T. Alumni Program Studi Teknik Kimia dan mantan Wakil Gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Universitas Ahmad Dahlan (BEM FTI UAD) periode 2015. Kini berkat keaktifannya dalam berorganisasi, kerja keras dan usahanya yang istiqomah akhirnya laki – laki kelahiran Palembang, 18 Mei 1995 berbuah manis sehingga Ia mendapatkan beasiswa ke luar negeri yaitu di Khon Kaen University (KKU) Thailand, (Senin, 01/08/2017).

Kemampuan berbahasa inggris merupakan syarat utama untuk bisa mendapatkan beasiswa keluar negeri, sehingga Ia mengambil kelas TOEFL dan Speaking selama 2 bulan di Kampung Inggris (Pare) Kediri. Selain kemampuan berbahasa inggris, research juga merupakan aspek penting sehingga harus difikirkan lebih matang lagi .

Ilham sapaan akrabnya ketika dihubungi melalui akun media sosial, mengatakan “Untuk mengetahui informasi beasiswa yaitu dengan memperbanyak relasi seperti dosen yang mempunyai network ke luar negeri, teman ataupun kakak tingkat yang kuliah di luar negeri kemudian sering searching via google terkait beasiswa baik yang didalam negeri ataupun diluar negeri karena sebenarnya banyak beasiswa yang ditawarkan hanya niat kita yang istiqomah dalam persiapan apply.” Ilham juga mempersiapkan persyaratan sejak duduk dibangku kuliah, terkait persiapan kemampuan bahasa inggris, rencana research, motivasi letter, kemampuan softskill, berkas-berkas lain dan dikerjakan dengan segera sehingga jangan menunda-nunda atau menunggu lulus.

Pemanfaatan limbah sayur menjadi bio oil dan briket merupakan research dari Ilham yang membuatnya meraih beasiswa KKU Scholarship for ASEAN and GMS Countries Personnel, Academic Year 2017 dengan mengambil program S2 jurusan Mechanical Engineering dan kosentrasi terhadap energi. ” Mari berkontribusi untuk Indonesia, dari Anda untuk Indonesia. Satu kontribusi dari Anda sangat berarti dari pada celaan Anda untuk Indonesia. Kritis boleh tetapi kritis yang membangun. Tetap berkarya untuk Indonesia, saat Anda duduk dibangku kuliah silahkan gali sedalam-dalam pengalaman Anda. Jangan hanya terpaku dengan nilai IPK. Saya yakin Anda lebih pintar dan lebih pandai dari saya. Perdalam kemampuan bahasa Inggris dan teruslah berkarya untuk Indonesia. Saya tunggu karya – karya Anda !!!”, pesan Ilham untuk adik tingkatnya di Fakultas Teknologi Industri UAD. (Sch). editing (ns)