• Sitemap
  • Telp. 0274.563515 ext 3131
| Oleh | 03 Apr 2017 | 0 komentar

(FTI Press) Prosesi wisuda merupakan rangkaian dari selesainya proses pembelajaran di sebuah kampus. Kuliah di perguruan tinggi yang kemudian diakhiri dengan wisuda hanyalah salah satu tahap kesuksesan dalam hidup. Justru, tantangan hidup yang sebenarnya menghadang dan muncul setelah wisuda. Wisuda ternyata bukan saja mendatangkan kebahagiaan, tapi juga mendatangkan rasa cemas. Beberapa tahun yang lalu, saya sama dengan kalian semua, saya juga menantikan prosesi wisuda tersebut, rasa cemas  dan bahagia tentunya juga saya rasakan. Namun kekhawatiran tersebut alangkah baiknya diiringi dengan ikhtiar dan doa serta upaya maksimal, agar kita selalu termotivasi menjadi orang yang sukses. “ ungkapan tersebut disampaikan Dr. Ir. Wahyu Susihono, S.T., M.T., IPM. (Alumni Teknik Industri) yang saat ini bekerja di Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, dalam acara selayang pandang alumni pelepasan calon wisudawan/wati periode 31 Maret 2017, di Tjokro Style Hotel Jl. Menteri Supeno No.48, Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta.

Dr. Ir. Wahyu Susihono, S.T., M.T., IPM.

Kita sebagai alumni Fakultas Teknologi Industri Universitas Ahmad Dahlan (FTI UAD) harus selalu optimis dan jangan pesimis meskipun kita harus mulai membangun dari nol. Kita tidak perlu merasa cemas, minder dan takut akan kegagalan untuk menghadapi tantangan tersebut, karena FTI UAD melalui proses pendidikannya telah memberikan berbagai bekal bagi para lulusannya. sebelum diwisuda, setiap mahasiswa sejak dini sudah punya rencana yang pasti akan masa depannya, masa depan itu tidak berarti harus menjadi pegawai negeri sipil. Karena itulah, sedari dini kita harus berusaha mencari referensi sebanyak –banyaknya untuk memudahkan kita memasuki dunia kerja. Menurutnya untuk mencapai posisi yang tinggi, syarat utamanya adalah terus belajar, ikhlas menjalani pekerjaan, dan memiliki loyalitas tinggi. Disamping itu untuk tidak berpuas diri dengan hanya lulus S1, tetapi sedapat mungkin bisa melanjutkan ke jenjang S2, dan S3, meskipun harus dilakukan sambil bekerja.

Di akhir paparannya ” Wahyu Susihono menyampaikan pesan kepada para alumni untuk senantiasa memohon ampunan kepada ALLAH SWT dan juga meminta maaf kepada kedua orang tua kita, yang telah membimbing, mendidik, serta membanting tulang buat kita semua. Beliau juga menambahkan “ Ketika anda diwisuda nanti jadilah seorang sarjana yang sujana, jadilah diri anda sendiri yang mengerti akan kemampuan serta batasan-batasan pada diri kita masing-masing. Berpikirlah  secara logis dan tersistem untuk menentukan perubahan dengan suatu proses berpikir dengan menggunakan logika, rasional, dan masuk akal. Dengan Berpikir secara logis tersebut kita akan mampu membedakan dan mengkritisi kejadian-kejadian yang terjadi pada diri kita saat ini, apakah kejadian-kejadian itu masuk akal atau tidak dan sesuai dengan ilmu pengetahuan atau tidak. /(ns)

Video Dokumentasi

Kategori

Organisasi Mahasiswa