• Sitemap
  • Telp. 0274.563515 ext 4211
| Oleh | 31 Jan 2018 | 0 komentar

(FTI Press) Selayaknya lulusan universitas mempunyai standar yang cukup sebelum berkecimpung dalam dunia masyarakat. Terutama bagi calon sarjana Teknik Kimia yaitu mempunyai kemampuan menguasai dasar-dasar keilmuan dan kegiatan ilmiah sebagai seorang sarjana  yang mampu melakukan analisis, sintesis, dan perumusan untuk memahami, menemukan, menjelaskan tentang masalah dan penyelesaian masalah untuk mengaktualisasi berbagai potensi yang dimiliki. Mahasiswa Teknik Kimia diwajibkan mempunyai kredit poin sebelum mahasiswa dinyatakan lulus. Kredit poin didapatkan dari rekam jejak mahasiswa selama dikampus baik dari segi kegiatan akademik, penelitian, organisasi, keterampilan, maupun yang lain. Ini penting, mengingat mahasiswa harus mempunyai kompetensi sesuai dengan output yang diharapkan universitas. Semua kompetensi akan didapatkan dari rekam jejak pengalaman selama menjadi mahasiswa. Kredit poin yang diperoleh mahasiswa tersebut sebagai penunjang Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI).

Forum Group Diskusi Teknik Kimia Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang terdiri dari Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri Universitas Ahmad Dahlan (FTI UAD), Teknik Kimia Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Teknik Kimia Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), dan Teknik Kimia Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), melakukan diskusi bersama tentang Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) dan Kredit Point Mahasiswa. Gagasan ini merupakan salah satu sumbang saran dalam peningkatan kompetensi lulusan mahasiswa. Semoga menambah referensi dalam pengembangan sumber daya mahasiswa. Diskusi yang penuh interaktif ini berlangsung di ruang sidang dekanat Fakultas Teknologi Industri Universitas Ahmad Dahlan pada hari Rabu 31 Januari 2018.

Dampak positif  dari kredit poin,  akan menambah kesemangatan dalam menggerakkan aktivitas kemahasiswaan kampus. Lembaga kemahasiswaan menjadi ujung tombak untuk kaderisasi, menciptakan mahasiswa berprestasi, berinovasi dan memunculkan  kreativitas baru serta berahlaq  Islami.  kredit poin akan sedikit memaksa mahasiswa untuk mengembangkan dirinya dalam aktivitas kemahasiswaan. Namun, pengembangan diri dalam hal yang positif dan aktif di kegiatan kampus untuk membawa setiap mahasiswa pada output yang lebih baik untuk menuju mahasiswa berprestasi. “ Terang Dr. Erna Astuti, S.T., M.T. (Ketua Program Studi Teknik Kimia FTI UAD).

/(ns)