• Sitemap
  • Telp. 0274.563515 ext 4211
| Oleh | 13 Mei 2016 | 0 komentar

(FTI Press) Guna menyusun perumusan visi dan kurikulum program studi teknologi pangan Fakultas Teknologi Industri Universitas Ahmad Dahlan (FTI UAD), pada hari Kamis Tanggal 12 Mei 2016  mengadakan lokakarya program studi teknologi pangan dengan menghadirkan pembicara dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Yogyakarta Badan Litbang Pertanian – Kementrian Pertanian Republik Indonesia. Hadir sebagai narasumber dari kegiatan lokakarya tersebut beliau Dr. Titiek F. Djaafar. Acara yang dibuka langsung oleh Kartika Firdausy, S.T., M.T. (Dekan FTI) tersebut dihadiri oleh dosen program studi teknologi pangan.

DSC_0225

Dr. Titiek F. Djaafar (BPTP Yogyakarta)

Dalam kesempatan tesebut Dr. Titiek F. Djaafar sangat mendukung serta menyambut baik hadirnya progam studi teknologi pangan, beliau juga menambahkan bahwa nantinya mahasiswa jurusan teknologi pangan tersebut diharapkan bisa melakukan riset atau  penelitian tentang pangan. Disamping itu mahasiswa harus mampu memahami ilmu dasar teknologi pengolahan sebagai landasan dalam menganalisa dan penerapan teknologi di bidang pengolahan hasil pertanian, sehingga setiap mahasiswa mempunyai kemampuan menganalisa mutu pangan secara kimia, analisis, mikrobiologi, dan keamanan pangan, baik teknologi (rekayasa, pengolahan, dan biokimia pangan serta gizi), maupun industri pangan (manajemen dan rekayasa industri).

DSC_0226

Ditambahkan pula BPTP Yogyakarta memiliki landasan tujuan untuk menghasilkan teknologi spesifik lokasi, memperpendek rantai informasi, mempercepat dan memperlancar diseminasi hasil penelitian (alih teknologi) kepada petani dan pengguna teknologi lainnya. Sehingga sangatlah tepat dengan hadirnya program studi teknologi pangan nantinya bisa menghasilkan lulusan yang memahami teknologi pengolahan hasil pertanian dalam arti luas seperti hasil hortikultura, perkebunan dan hasil laut maupun ternak. Mahasiswa teknologi pangan nantinya diharapkan juga mampu melihat peluang yang ada di masa depan dengan mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi yang berorientasi pada pengembangan produk pangan baru serta daya terima konsumen untuk menghasilkan dan mengkomersialisasikan produk dan inovasi pangan yang aman, halal, dan bermutu.

/(ns)