• Sitemap
  • Telp. 0274.563515 ext 4211
| Oleh | 20 Agu 2016 | 0 komentar

(FTI Press) Prestasi yang ditorehkan Muhammad Taufiq Setiawan kelahiran Bantul 18 Mei 1994 merupakan salah satu lulusan dengan Indeks Prestasi Komulatif terbaik dari Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri Universitas Ahmad Dahlan (FTI UAD) dengan meraih IPK 3,82. Saat ditemui reporter fakultas di sela-sela pelepasan calon wisudawan/wati Jumat 20 Agustus 2016 di Rumah Makan Goebog Resto, Taufiq  membagi pengalamannya selama menempuh studi di Program Studi Teknik Elektro.

FTI UAD (16)

Muhammad Taufiq Setiawan bersama Ibundanya

Berikut petikan wawancara dengan Muhammad Taufiq Setiawan “Alhamdulillahirrabil alamin, kita semua dapat hadir di dalam acara pelepasan wisuda ini yang dengan kata lain kita telah mampu melewati masa-masa yang dapat membuat kita terlena sebelum menyandang gelar sarjana, yaitu skripsi atau tugas akhir. Jika tidak ada doa dan semangat dari orang-orang terdekat kita seperti ayah, ibu dan seluruh keluarga mungkin masa-masa ini akan sulit dan pelik. Kita patut mensyukuri segala sesuatu yang telah Allah Karuniakan kepada kita dan tak sepatutnya kita sombong dan angkuh dengan gelar yang berada di belakang nama kita. Gelar tersebut hanyalah titipan dan sebuah tanggung jawab yang tidaklah ringan. Kita harus mampu memberikan sumbangsih pada almamater dan masyarakat saat kita kembali ke kampung halaman kita masing-masing dan kita harus mampu menjaga nama baik kampus yang telah membesarkan kita.

Ucapan syukur saya haturkan pada Allah yang telah mempertmukan saya dengan Bapak Mardyo-keluarga, Bapak Sunarto-Keluarga dan Bapak Hisom-keluarga karena dengan adanya bantuan dari merekalah tugas akhir saya menjadi mudah . Inilah bukti bahwa tanpa pertolongan Allah dan bantuan orang lain skripsi atau tugas akhir tidak akan mungkin terwujud.

FTI UAD (9)

Saya senang bisa menjadi bagian dari mozaik unik Fakultas Teknologi Industri UAD pada umumnya, dan Prodi Teknik Elektro pada khususnya. Di sini, di kampus tercinta ini, saya menemukan banyak hal yang mungkin tidak dapat saya gapai di universitas lain. Saya banyak belajar dari dosen-dosen yang dengan kebesaran dan kesabaran hati mendidik dan membimbing saya, saya juga banyak belajar dari teman-teman di HMTE, Tim Robot UAD, dan Ramada FM dan juga teman-teman di luar prodi. Beliau para dosen dan teman-teman semua mengajarkan kepada saya bahwa ilmu, dan kecerdasan intelektual tak akan cukup untuk mengarungi lautan kehidupan yang keras, namun kita perlu memiliki kecerdasan emosional dan sosial, dan semua itu  menjadi satu paket di dalam kecerdasan spiritual yang selalu menjadi moto utama kampus UAD ini yakni, moral, intellectual, integrity.

Sebelum saya akhiri, saya ingin menyampaikan suatu hal  yaitu harapan saya kepada saya pribadi dan kita semua yang berada di sini, bahwasannya pengalaman yang telah kita dapatkan selama kuliah, janganlah mudah tuk dilupakan apalagi dihapuskan, karena dengan mengingat kerja keras orang tua kita yang membiayai kita selama kuliah, dan kegigihan dosen-dosen kita dalam memahamkan kita pada materi-materi yang sulit, kita tidak akan berbuat sembarangan apalagi memanfaatkan ilmu yang merupakan titipan ini untuk berbuat hal-hal yang nista dan membuat orang tua dan dosen-dosen kita kecewa. Semoga Allah Memberikan kita cahaya di jalan yang telah kita ambil ini, yaitu seorang ilmuwan dan akademisi sehingga bisa mengantarkan kita ke Surga-Nya.

/(ns)