• Sitemap
  • Telp. 0274.563515 ext 3131
| Oleh | 14 Des 2017 | 0 komentar

(FTI Press) Letakkan Kehidupan dunia itu dalam genggaman tangan anda, jangan letakkan dunia didalam hati anda “(Umar Ibnu Khattab). Tapi pernahkah kita berfikir bahwa hidup di dunia ini hanyalah sementara saja. Sehingga segala sesuatu yang melekat dengan urusan duniawi pun hanyalah sementara. Pangkat, Jabatan keberlimpahan harta, semuanya sementara. Pada akhirnya tak ada yang abadi, tidak ada yang kita bawa jika maut datang menghampiri kita. Hanyalah selembar kain kafan dan amal kebaikan di dunia yang akan setia menemani kita. Hal tersebut disampaikan Nahar Mardiyantoro , S.Kom., M.Kom. Fakultas Teknik Dan Ilmu Komputer (FASTIKOM) UNSIQ Wonosobo dalam acara kuliah tamu yang dilaksanakan di Ruang Auditorium D Kampus 3 UAD, pada hari Rabu 13 Desember 2017. Kuliah Tamu tersebut dihadiri ratusan mahasiswa dari Prodi Teknik Industri, dan Teknik Elektro. Turut hadir pada kuliah tamu tersebut Sunardi, S.T., M.T., Ph.D. (Dekan FTI UAD).

Nahar Mardiyantoro , S.Kom., M.Kom.

Lebih lanjut Nahar Mardiyantoro menyampaikan “Jadi letakkanlah dunia di tanganmu jangan di hatimu. Dunia yang ada di dalam genggaman tangan, akan menjadikan kita tidak terjebak pada sikap terlalu mencintai dunia. Sebagai umat Islam harus berpegang teguh pada iman kita, sebagai muslim kita harus mencontoh panutan kita Rasulullah Muhammad SAW. Mahasiswa harus berani untuk berdagang atau wirausaha (entrepreneur). Rasulullah Muhammad SAW yang selama masa Hidupnya pernah mengalami masa kejayaan, dan beliau merupakan pebisnis sukses dengan berdagang. Beliau menjalani hidup sebagai pebisnis selama 28 Tahun, mulai dari usia 12 tahun hingga 40 Tahun. Dan selebihnya adalah masa keRasulan sebagai suri tauladan bagi kita semua umat Islam.

Hidup di jaman modern seperti saat ini segala bentuk usaha kian beraneka ragam dan bervariasi. Mulai dari usaha pelayanan jasa maupun produk jadi, sehingga bagi setiap pelaku usaha hal ini menjadikan sebuah kompetisi dan persaingan bisnis dalam mendapatkan konsumen. Sebagai mahasiswa kita harus pandai membaca peluang tersebut. Kita tidak boleh bersantai, kita harus berani mencoba untuk berdagang. Sebagai seorang yang berjiwa entrepreneur sejati yang mengedepankan konsep nilai-nilai islami harus memiliki kecerdasan spiritual yang sesuai dengan Al-Qur’an dan al-Hadits. Tiada kesuksesan yang haqiqi melainkan dengan cara yang islami. Ayo mahasiswa FTI UAD jangan ragu dan takut untuk berdagang, jadilah entrepreneur muda yang Islami, karena berdagang merupakan Sembilan dari sepuluh pintu rezeki yang ada dalam perdagangan.” /(ns)

Video Dokumentasi

Kategori

Organisasi Mahasiswa