• Sitemap
  • Telp. 0274.563515 ext 3131
| Oleh | 23 Mei 2015 | 0 komentar

(FTI Press) Seiring dengan laju pertumbuhan penduduk yang terus meningkat mengakibatkan kebutuhan energipun juga semakin tinggi.Pemerintah dalam hal ini melalui kementerian energi dan sumber daya mineral memiliki visi untuk berupaya mengganti penggunaan BBM dengan meningkatkan peran energi alternatif dari energi baru terbarukan sebagai solusi untuk mengurangi ketergantungan energi fosil. Yang termasuk dalam energi terbarukan diantaranya adalah bahan bakar nabati (BBN) yang saat ini populer adalah biodiesel.  

ZAHRUL-MUFRODI-S.T.-M.T.

Dr. Zahrul Mufrodi, S.T., M.T.

Biodiesel merupakan bahan bakar motor diesel yang dibuat dari minyak nabati. Pada proses pembuatan biodiesel akan dihasilkan produk samping berupa gliserol 10% dari hasil biodisel yang diperoleh. Dari prosentase hasil tersebut dapat diprediksikan bahwa pada tahun 2020, Indonesia akan memproduksi gliserol sebagai hasil samping biodiesel sebanyak 0,5 juta kL/tahun. Gliserol sebanyak itu, tentunya menimbulkan masalah jika tidak dimanfaatkan dan hanya dibuang begitu saja ke lingkungan. Dr. Zahrul Mufrodi, S.T., M.T., (Dosen Teknik Kimia FTI UAD) melalui hasil risetnya  sudah mengembangkan pembuatan bioaditif untuk menaikkan angka oktan pada bahan bakar. Penelitian ini menghasilkan bioaditif yang dapat memenuhi kebutuhan aditif bahan bakar minyak. Pencampuran 10% bioaditif tersebut pada bahan bakar premium akan menaikkan angka oktan dari 85,3 menjadi 88. Penaikan angka oktan ini tentunya sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk mengganti premium dengan bahan bakar dengan angka oktan yang lebih tinggi.

Kebijakan pemerintah untuk menggunakan biodiesel pada campuran solar sebesar 15% yang kita kenal sebagai biosolar mengkibatkan melimpahnya produkasi gliserol di Indoesia. Penelitian ini memberikan solusi pemanfaatan gliserol menjadi bioaditif bahan bakar minyak Penelitian ini juga menghasilkan prototipe alat pembuat bioaditif triasetin kapasitas 5.000 liter/tahun yang dapat digunakan sebagai dasar pendirian pabrik dengan sekala yang lebih besar.  Produksi triasetin sebagai bioaditif dapat memenuhi kebutuhan aditif yang selama ini masih diimpor. Pendirian pabrik ini sekaligus juga dapat menyerap tenaga kerja dan menjamin kemandirian energi di Indonesia.

Ikuti ulasan selengkapnya tentang pembuatan bioaditif untuk menaikkan angka oktan pada bahan bakar oleh Dr. Zahrul Mufrodi, S.T., M.T., pada acara Langkah Pakar di ADI TV Chanel  44 UHF hari Sabtu 23 Mei 2015 pukul 19.00-20.00 Wib. Program ini berupa talk show yang menghadirkan narasumber dosen-dosen peneliti Universitas Ahmad Dahlan untuk  mempublikasikan hasil penelitiannya kepada masyarakat luas. jangan lupa ya untuk tonton acara tersebut. / (ns)

Video Dokumentasi

Kategori

Organisasi Mahasiswa