• Sitemap
  • Telp. 0274.563515 ext 4211
| Oleh | 04 Jul 2018 | 0 komentar

(FTI Press) Pengembangan inovasi dan teknologi merupakan salah satu perhatian Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dalam memberdayakan petani dan mengembangkan pertanian Indonesia. Melalui ajang penghargaan karya inovasi ini, HKTI ingin mengapresiasi para inovator di berbagai sektor pertanian, yang karya inovasinya memberikan manfaat besar bagi pengembangan pertanian, meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat, serta memberikan solusi menghadapi tantangan yang semakin besar.


Inovasi teknologi lain datang dari mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Yogyakarta. Mereka membuat Bponik ((Bluetooth Untuk Pemantauan Dan Pengendalian Hidroponik), alat untuk pengontrolan dan monitoring hidroponik berbasis smartphone. Platform ini dapat membantu para petani yang menanam secara hidroponik bisa menetapkan jadwal kontrol tanaman secara lebih baik. Penggunaan pun cukup mudah karena Bponik hanya diletakkan di dalam green house dan kemudian alat akan bekerja sendiri tanpa petani harus mengecek setiap hari untuk mengetahui kadar keasamannya (pH).


“Ide pembuatan awal dari keluhan petani hidroponik khususnya di mitra kami Damar Hidrofarm yang selalu mengeluhkan kesusahan dalam memonitoring pH, suhu air, dan kontrol suhu udara green house,” ujar Yusuf, salah satu mahasiswa penggagas Bponik. Para mahasiswa optimistis teknologi Bponik ke depan akan semakin dibutuhkan seiring dengan tren bertanam secara hidroponik yang terus meningkat. Petani hidroponik kini digeluti oleh masyarakat urban yang sangat tanggap teknologi sehingga Bponik akan menjadi pilihan. Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Innovation Award Avanti Fontana menyatakan, pihaknya mendorong berbagai inovasi TI di bidang pertanian yang mampu mendorong nilai sosial dan ekonomi petani.
HKTI sebagai jembatan juga untuk mereka bertemu pemerintah ataupun stakeholder yang sesuai. “Sekalipun sosial bisa dilihat dari tingkat ekonominya, masyarakat yang aman pangannya terjamin kebutuhan pangan tentu akan menjadi lebih produktif. Kalau sudah produktif, tentunya akan menghasilkan ekonomi yang lebih banyak dan itu nanti bisa dihitung,”.


Alhamdulillah Tim Bponik yang terdiri dari : Vernandi Yusuf Muhammad (Teknik Elektro), Mar’atul Husna (Teknik Kimia), Yenny Rahmawati (Teknik Elektro), Muhammad Annas (Teknik Elektro), Ponco Sukaswanto (Teknik Elektro) dan, Rifa’ Atul Hanifa (Manajemen). dengan dosen pembimbing Anton Yudhana, S.T., M.T., Ph.D. Meraih Kategori Inovator Muda (Young Innovator).


Pada pameran Asian Agriculture & Food Forum (ASAFF) 2018, juga mendapat kunjungan dari Presiden Joko Widodo, Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Kemudian berkesempatan untuk meninjau stan produk – produk pertanian yang dipamerkan. Dan salah satunya stan produk pertanian karya mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan Bponik. /(ns)