• Sitemap
  • Telp. 0274.563515 ext 4211
| Oleh | 21 Mar 2018 | 0 komentar

(FTI Press) Jurnal-jurnal ilmiah yang dikelola perguruan tinggi  ternyata masih mengalami kesulitan untuk ditingkatkan menjadi jurnal internasional. Kendalanya yang dihadapi terutama di kualitas dan pembiayaan. Tidak mudah membuat sebuah jurnal menjadi jurnal internasional. Umumnya, adalah dengan memasukkan jurnal ke dalam situs Scopus, yang merupakan situs web database abstrak dan citation terbesar. Universitas Ahmad Dahlan (UAD) merupakan satu-satunya perguruan Tinggi Swasta di Indonesia yang mempunyai tiga jurnal bereputasi Internasional dan sudah terindeks situs Scopus. Ketiga jurnal tersebut yaitu Bulletin of Electrical Engineering and Informatics (BEEI), Indonesian Journal of Electrical Engineering and Informatics (IJEEI), dan  TELKOMNIKA (Telecommunication Computing Electronics and Control). “terang Dr. Muhammad Dimyati (Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan di Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi), pada sambutan pembukaan  2nd Scientific Writing Workshop on TELKOMNIKA Editors and Authors Meeting (TEAM) 2018 yang diselenggarakan Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Ahmad Dahlan pada tanggal 21-22 Maret 2018 bertempat di Hotel Grand Dafam Rohan Jalan Janti Gedongkuning 336 Banguntapan Bantul Yogyakarta.

Lebih lanjut beliau menyampaikan “Jurnal internasional, tentunya kita tidak asing dengan Scopus. Scopus merupakan website yang memiliki database abstrak dan sitasi terbesar yang datanya bersumber dari literature-literatur yang dievaluasi oleh peer. Scopus juga memiliki tools untuk mencari, menganalisa, dan menampilkan hasil-hasil riset berdasarkan bidang-bidang tertentu. Penelitian dapat menentukan masa depan, minimal menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten yang memahami ilmu pengetahuan dan teknologi. Pemerintah sangat mendorong setiap perguruan tinggi untuk membuat terobosan baru dalam pengelolaan jurnal yang baik, sehingga penelitian memberikan dampak maupun efek yang sangat luar biasa. Saat ini di Indonesia sudah ada 34 Jurnal yang terindeks Scopus, diharapkan ke 34 jurnal tersebut supaya meningkatkan jumlah terbitnya 3 sampai 4 kali dalam waktu satu tahun.

Dengan menulis temuan-temuan di jurnal, dapat menjadi salah satu faktor untuk memajukan bangsa yang lebih beradab. Jurnal menyajikan penelitian serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang harus diketahui oleh khalayak. Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi sangat mendukung penuh peran UAD dalam pengembangan jurnal-jurnalnya. Beberapa langkah awal yang bisa diambil oleh pengelola jurnal yaitu dengan menyediakan website yang baik dan informatif, standing editor, penyebaran informasi, mengadakan call for editors / reviewers, dan adanya pengindeksan jurnal. /(ns)