• Sitemap
  • Telp. 0274.563515 ext 3131
TAGS: | Oleh | 18 Jul 2019 | 0 komentar

(FTI Press) Computational Thinking merupakan sebuah pendekatan dalam proses pembelajaran yang memiliki peran penting dalam pengembangan aplikasi komputer. Secara singkat, melalui Computational Thinking, pengembang perangkat lunak diharapkan untuk mengembangkan proses berpikir yang melibatkan bagaimana memformulasikan sebuah permasalahan beserta solusinya. Hal tersebut disampaikan oleh Dr.Ir. M.M. Inggriani (Dosen STEI ITB & Pembina TOKI (Tim Olimpiade Komputer Indonesia), dan Bebras NBO) dihadapan dosen Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Ahmad Dahlan (FTI UAD), pada acara kuliah umum masukkan kurikulum dari external dari bidang profesi yang berlangsung pada hari Kamis 18 Juli 2019 di ruang Laboratorium Multimedia Lantai VI Kampus IV Universitas Ahmad Dahlan.

Teknik Informatika Universitas Ahmad Dahlan

Lebih lanjut Dr.Ir. M.M. Inggriani menyampaikan bahwa Computational Thinking merupakan sebuah pendekatan dalam proses pembelajaran yang memiliki peran penting dalam pengembangan aplikasi komputer. Secara singkat, pengembang perangkat lunak diharapkan untuk mengembangkan proses berpikir yang melibatkan bagaimana memformulasikan sebuah permasalahan beserta solusinya.

Teknik Informatika Universitas Ahmad Dahlan

Computational Thinking dilakukan pada sisi manusia, sehingga dapat digunakan pada berbagai bidang, tidak hanya pada dunia computer science. Computational Thinking sepertinya sangat bagus diberikan sejak dini misalnya pada pendidikan dasar, hal ini diharapkan menjadi bekal mereka nantinya untuk memecahkan permasalahan-permasalahan yang dihadapi. Dengan demikian berbagai permasalahan yang belum dapat diatasi pada saat ini, tidak tertutup kemungkinan akan dapat ditemukan solusinya.

Teknik Informatika Universitas Ahmad Dahlan

Dengan menghadirkan narasumber dari eksternal ini, diharapkan dosen Prodi Teknik Informatika FTI UAD semakin menambah pengetahuan dalam memecah data, proses masalah kompleks menjadi bagian-bagian yang lebih kecil atau menjadi tugas yang mudah dikelola, serta Kemampuan untuk melihat persamaan dalam perbedaan pola, tren dan keteraturan dalam data yang nantinya akan digunakan dalam membuat prediksi dan penyajian data. Selain itu juga mengembangkan petunjuk pemecahan masalah yang sama secara tahapan demi tahapan maupun langkah demi langkah, sehingga orang lain dapat menggunakan informasi tersebut untuk menyelesaikan permasalahan. Terang Nur Rochmah DPA, S.T., M.Kom. (Kaprodi Teknik Informatika).

/(ns)

Video Dokumentasi

Kategori

Organisasi Mahasiswa