• Sitemap
  • Telp. 0274.563515 ext 3131
TAGS: | Oleh | 05 Agu 2019 | 0 komentar

(FTI Press) Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi akan menyelenggarakan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-32 Tahun 2019 yang akan dilaksanakan tanggal 27 – 31 Agustus 2019 di Universitas Udayana Jl. Raya Kampus UNUD, Kampus Bukit Jimbaran, Kuta Selatan, Jimbaran, Kec. Kuta Sel., Kabupaten Badung, Bali.

Universitas Ahmad Dahlan

Ajang bergengsi tingkat nasional ini akan diikuti 1614 ilmuwan muda dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-32 Tahun 2019. Peserta PIMNAS ke-32 berasal dari 126 perguruan tinggi seluruh Indonesia di bawah naungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenrsitekdikti), terdiri dari 70 perguruan tinggi negeri, dan 56 perguruan tinggi swasta. Mereka akan mempresentasikan 460 judul karya ilmiah.

Universitas Ahmad Dahlan

Alhamdulillah, salah satu peserta dari Universitas Ahmad Dahlan yaitu Tim KARTUN terdiri dari 2 Mahasiswa Teknik Elektro Ponco sukaswanto, Ahmad yogaswara dan 1 mahasiswa dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Farah Nurul Yanis berhasil lolos mengikuti Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-32 Tahun 2019 Program Kreativitas Mahasiswa – Karsa Cipta (PKM-KC). Tim ini dibimbing oleh Nuryono Satya Widodo, S.T., M.Eng. KARTUN (Kacamata Pintar Dengan Navigasi Suara Untuk Tunanetra) ini memiliki bagian utama, yakni kacamata yang memilki peranan untuk penyandang tunanetra yang menggunakannya dapat mengetahui lingkungan di sekitarnya dan smartband yang berfungsi sebagai alat navigasi dengan keluaran suara.

Alur kerja dari kacamata ini adalah dengan cara menembakkan gelombang ultrasonik yang kemudian gelombang tersebut akan memantul apabila gelombang tersebut menabrak benda yang ada didepannya yang kemudina gelombang ultrasonik tersebut akan diterima kembali oleh sensor, lalu sensor akan menghitung lamanya waktu dari gelombang ditembakkan sampai diterimanya kembali. Satuan waktu itulah yang digunakan sebagai trigger untuk menentukan apakah buzzer harus berbunyi keras atau tidak.

Pada smartband terdapat 2 buah tombol yang mana tombol pertama berfungsi untuk mengirim lokasi terbaru dari pengguna yang akan dikirimkan ke sanak saudara melalui SMS, kemudian untuk tombol kedua adalah untuk mengaktifkan microphone jika pengguna ingin mencari lokasi tertentu. Cara kerja dari tombol kedua ini adalah dengan menerima inputan berupa suara dari pengguna, lalu suara tersebut akan diteruskan ke mikrokontroller yang kemudian diproses oleh mikrokontroller untuk dicarikan tujuan yang diinginkan oleh pengguna. Setelah lokasi tujuan diketahui maka tunanetra akan di bimbing dengaan suara petunjuk arah yang akan keluar dari headset pengguna. /(ns)

Video Dokumentasi

Kategori

Organisasi Mahasiswa